Sejarah Kerajaan Pelalawan
Posted in 0 komentar
Maharaja Indera (1380-1420 M)
membangun kerajaan Pekantua di Sungai Pekantua sekarang anak sungaku kampar,
sekarang termasuk Desa Kota Tolam, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan
pada tempat bernama Pematang Tuo dan kerajaannya dinamakan Pekantua, Selain itu
maharaja Indera membangun candi yang bernama Pekantua, Selain itu Maharaja
Indera membangun candi bernama Candi Hyang di Bukit Tuo yang lazim pula disebut
Bukit Hyang, kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pematang Buluh atau Pematang
Lubuk Emas. Hal ini sebagai tanda syukurnya dapat mendirikan Kerajaan
Pekantua.
Lokasi candi itu sekarang diperkirakan di Desa Lubuk Mas, Kecamatan
Bunut, Kabupaten Pelalawan, oleh karena itulah dahulu banyak penduduk tempatan
menemukan batu-batuan yang mereka sebut “Batu Betapo” dilukiskan berupa arca
orang yang sedang bertapa, sedangkan “Batu Candi” adalah batu pasir yang
berbentuk batu bata berukuran besar. Kemudian ternyata, batu ini sama seperti
yang terdapat di Candi Muara Takus saat ini di wilayah Kecamatan XIII Koto
Kampar, Kabupaten Kampar.
Setelah mangkat, Maharaja Indera
digantikan oleh putranya Maharaja Pura (1420-1445 M) yang terus berusaha
mengembangkan Pekantua dengan membangun Bandar Tolam di hilir Pekantua, untuk
meningkatkan perannya dalam pelayaran di perairan Selat Malaka, setelah
Maharaja Pura mangkat digantkan oleh Maharaja Laka (1445-1460 M) yang
memperbesar Bandar Tolam sebagai pelabuhan niaga dengan Malaka. Selanjutnya
Maharaja laka digantikan oleh Maharaja Sasya (1460-1480 M). Pada Masa inilah
dibangun Bandar baru diseberang hulu Bandar Pekantua dinamakan Bandar Nasi
kemudian dikenal dengan nama Bandar Nasi-Nasi sebagai bandar niaga kerajaan
Pekantua, yang letaknya di hulu Pekantua.
Jakarta
0 komentar:
Posting Komentar